Ransomware WannaCry Si Tukang Kunci Data

thumbnail

Indonesia merupakan sasaran terbesar dalam Cyber Attack. Menurut catatan Kominfo, ada 36,3 juta serangan dalam tiga tahun terakhir yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat indonesia yang masih rendah akan CyberSecurity.

Masih ingat dengan kasus Cyber Attack yang menyerang Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais?

Ya, kedua RS tersebut pernah terkena dampak Cyber Attack yaitu Virus Ransomware WannaCry.

Ransomware WannaCry itu apa sih? Ini merupakan Cyber Attack yang melibatkan Hacker sebagai pengendali sistem dan memblokir akses dengan cara mengenkripsi file, jika file sudah terenkripsi maka file tersebut tidak dapat digunakan lagi. Biasanya hacker meminta uang tebusan agar data yang terdampak bisa digunakan kembali, tebusan tersebut dalam bentuk Bitcoin. Tidak ada jaminan jika korban membayar tebusan, maka data tersebut dapat digunakan kembali!

Berikut langkah-langkah jika kamu menjadi korban Virus Ransomware WannaCry :

  1. Jangan Panik
  2. Mencari Tools Decryptor Ransomware
    Kamu bisa mengunjungi situs Kaspersky Free Ransomware Decryptors untuk mendapatkan Decryptors untuk data yang terenkripsi, sehingga data kamu dapat digunakan lagi.

Berikut tips agar tidak terkena Virus Ransomware WannaCry :

  1. Backup Data
    Tidak seluruh data harus kamu backup. Lakukan backup data-data seperti foto dan video pribadi. Data seperti pekerjaan kantor, proyek, skripsi, database, laporan keuangan sebaiknya disimpan pada penyedia cloud seperti Dropbox, Google Drive, dan OneDrive.
  2. Jangan Gunakan Software Crack/Bajakan
    Software bajakan merupakan tempat bersarangnya malware. Jika komputer kamu menggunakan software bajakan, malware tersebut dapat melakukan pencurian informasi rahasia atau data pribadi sekalipun. Tidak hanya itu, software bajakan juga berpotensi mencuri data rekening bank kamu. Selain itu software bajakan akan membuat kinerja dan fungsi komputer menjadi tidak maksimal.
  3. Selalu Update Software dan OS Kamu
    Software dan OS yang terupdate berisikan patch-patch celah keamanan.
  4. Berhati-hati Saat Download
    Hati-hati dengan apapun yang kamu download dari internet. Jangan sembarangan mendownload file yang tidak diketahui keamanannya.
  5. Gunakan Antivirus
    Tips terakhir adalah Antivirus. Dengan adanya Antivirus, memberikan proteksi tambahan untuk mendeteksi malware pada komputer kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top